Sedikit
saya akan memaparkan tentang Hakikat dan Karakteristik Konsep dasar IPS. Pada
hakikatnya bidang studi IPS merupakan perpaduan pengetahuan social dan bukan
merupakan suatu bidang keilmuan atau disiplin bidang akademis, melainkan lebih
merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalah social. Dalam
kerangka kerja pengkajiannya, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menggunakan
bidang-bidang keilmuan yang termasuk bidang-bidang ilmu social.
Kerangka
kerja IPS tidak menekankan pada bidang teoritis, tetapi lebih kepada
bidang-bidang praktis dalam mempelajari gejala dan masalah-masalah social yang
terdapat di lingkungan masyarakat. Studi social tidak terlalu
akademis-teoritis, namun merupakan satu pengetahuan praktis yang dapat
diajarkan pada tingkat persekolahan, yaitu mulai dari tingkat Sekolah Dasar
sampai Perguruan Tinggi.
Dalam
penyajiannya IPS memiliki karakterisitik tersendiri, dalam arti tidak sama
dengan karakteristik ilmu-ilmu social yang ada walaupun demikian keberadaan
ilmu-ilmu social tak dapat terpisahkan dari IPS karena konsep-konsep ilmu-ilmu
social merupakan sumber utama bagi pengembangan materi pembelajaran program
IPS.
Karakteristik
IPS sendiri yaitu memiliki tiga aspek yang dikaji dalam proses pendidikan ilmu
pengetahuan social diantaranya memberikan berbagai pengertian yang mendasar,
melatih keterampilan, dan mengembangkan sikap moral yang dibutuhkan. Ketiga
aspek tersebut merupakan karakteristik pengembangan tujuan pengajaran IPS
sebagai tujuan jangka panjang, yang hanya mampu dicapai melalui pembaharuan
pendidikan IPS sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi, serta pola
modernisasi kehidupan masyarakat, serta perkembangan dunia internasional dengan
globalisasinya.
Masalah yang terjadi pada Hakikat dan Karakteristik
Konsep Dasar IPS
Pembelajaran
IPS sangat sulit untuk diterima di lingkungan masyarakat karena pembaharuan di
bidang IPS memang agak tertinggal dibandingkan dengan IPA dan juga bahasa,
kedua bidang tersebut banyak dibahas di media massa sedangkan pembelajaran
bidang IPS, masih kurang mendapat tempat dalam media massa. Dan dalam proses
pembelajarannya, IPS tidak selamanya dipelajari didalam kelas saja, melainkan
harus diperkaya dengan konsep-konsep pembelajaran yang sesuai dengan fakta. Dan
sudah menjadi kewajibannya seorang guru IPS harus mengetahui dengan baik
konsep-konsep dasar pembelajaran IPS serta fakta di lingkungan masyarakat.
Misalnya,
dalam aspek kehidupan social kita manusia, ada aspek sejarah, yaitu
peristiwa-peristiwa kehidupan manusia yang telah lalu yang tidak kita alami
sendiri. Namun demikian, peristiwa-peristiwa yang bersejarah itu sangat
bermakna dan bernilai bagi kehidupan kita saat ini. Oleh karena itu, materi
sejarah itu menjadi materi IPS dan pembelajaran IPS. Peristiwa sejarah itu
harus bisa dikuasai dengan benar oleh seorang guru dan sesuai dengan fakta yang
ada, karena peristiwa sejarah lekat dengan barang-barang peninggalan seperti
peralatan, barang-barang seni, barang-barang berharga, prasasti, candi, dan
bangunan lainnya. Dan semua benda peninggalan tadi biasa disebut dengan
dokumen. Oleh karena itu, dokumen itu juga merupakan sumber materi IPS dan
pembelajaran IPS.
Jadi
setidaknya seorang guru IPS dapat memperlihatkan salah satu dari dokumen
tersebut atau bisa mengunjunginya langsung ketempat benda-benda peninggalan itu
disimpan. Agar siswa bisa lebih memahami materi yang diberikan. Namun, pada
kenyataannya sekarang pemberian materi pembelajaran seperti itu sangat sulit.
Karena harus memerlukan waktu dan pemikiran extra dan mungkin biaya yang lebih.
Mungkin itu yang menjadi permasalahan yang ada dalam pendidikan IPS saat ini.
Jadi
kesimpulannya masalah yang terdapat pada Hakikat dan Karakteristik Konsep Dasar
IPS menurut pemahaman saya, terdapat pada pembaharuan tentang pembelajaran IPS
yang tertinggal dari pelajaran lainnya dan pembelajaran pendidikan IPS yang
harus bersumber pada keadaan yang fakta sehingga dalam hal pembelajaran
pendidik harus benar-benar menjelaskan konsep yang akan diajarkan kepada
peserta didik dengan keadaan yang sebenarnya atau keadaan yang menjadi
lingkungan hidup mereka. Dan membuat ini membutuhkan waktu, energi, pikiran dan
bahkan mungkin biaya.
Belum
lagi pendidik harus mampu menghargai dan memperhatikan siswa dari segi kekayaan
pengalaman yang dimiliki setiap siswa, kekayaan konsep yang telah dipahaminya,
lingkungan hidup dimana ia bertempat tinggal, dan tingkat kematangan
berpikirnya dimana hal ini sangat penting agar penyampaian konsep dapat
berjalan dengan baik.
Oleh
: Nia Andriani
Sumber :
Wahab,
Abdul Aziz, dkk. (2009). Konsep Dasar IPS.
Jakarta: Universitas Terbuka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar