Sabtu, 08 Juni 2013

Hakikat dan Karakteristik Konsep Dasar IPS


Sedikit saya akan memaparkan tentang Hakikat dan Karakteristik Konsep dasar IPS. Pada hakikatnya bidang studi IPS merupakan perpaduan pengetahuan social dan bukan merupakan suatu bidang keilmuan atau disiplin bidang akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalah social. Dalam kerangka kerja pengkajiannya, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menggunakan bidang-bidang keilmuan yang termasuk bidang-bidang ilmu social.
Kerangka kerja IPS tidak menekankan pada bidang teoritis, tetapi lebih kepada bidang-bidang praktis dalam mempelajari gejala dan masalah-masalah social yang terdapat di lingkungan masyarakat. Studi social tidak terlalu akademis-teoritis, namun merupakan satu pengetahuan praktis yang dapat diajarkan pada tingkat persekolahan, yaitu mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi.
Dalam penyajiannya IPS memiliki karakterisitik tersendiri, dalam arti tidak sama dengan karakteristik ilmu-ilmu social yang ada walaupun demikian keberadaan ilmu-ilmu social tak dapat terpisahkan dari IPS karena konsep-konsep ilmu-ilmu social merupakan sumber utama bagi pengembangan materi pembelajaran program IPS.
Karakteristik IPS sendiri yaitu memiliki tiga aspek yang dikaji dalam proses pendidikan ilmu pengetahuan social diantaranya memberikan berbagai pengertian yang mendasar, melatih keterampilan, dan mengembangkan sikap moral yang dibutuhkan. Ketiga aspek tersebut merupakan karakteristik pengembangan tujuan pengajaran IPS sebagai tujuan jangka panjang, yang hanya mampu dicapai melalui pembaharuan pendidikan IPS sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi, serta pola modernisasi kehidupan masyarakat, serta perkembangan dunia internasional dengan globalisasinya.
Masalah yang terjadi pada Hakikat dan Karakteristik Konsep Dasar IPS
Pembelajaran IPS sangat sulit untuk diterima di lingkungan masyarakat karena pembaharuan di bidang IPS memang agak tertinggal dibandingkan dengan IPA dan juga bahasa, kedua bidang tersebut banyak dibahas di media massa sedangkan pembelajaran bidang IPS, masih kurang mendapat tempat dalam media massa. Dan dalam proses pembelajarannya, IPS tidak selamanya dipelajari didalam kelas saja, melainkan harus diperkaya dengan konsep-konsep pembelajaran yang sesuai dengan fakta. Dan sudah menjadi kewajibannya seorang guru IPS harus mengetahui dengan baik konsep-konsep dasar pembelajaran IPS serta fakta di lingkungan masyarakat.
Misalnya, dalam aspek kehidupan social kita manusia, ada aspek sejarah, yaitu peristiwa-peristiwa kehidupan manusia yang telah lalu yang tidak kita alami sendiri. Namun demikian, peristiwa-peristiwa yang bersejarah itu sangat bermakna dan bernilai bagi kehidupan kita saat ini. Oleh karena itu, materi sejarah itu menjadi materi IPS dan pembelajaran IPS. Peristiwa sejarah itu harus bisa dikuasai dengan benar oleh seorang guru dan sesuai dengan fakta yang ada, karena peristiwa sejarah lekat dengan barang-barang peninggalan seperti peralatan, barang-barang seni, barang-barang berharga, prasasti, candi, dan bangunan lainnya. Dan semua benda peninggalan tadi biasa disebut dengan dokumen. Oleh karena itu, dokumen itu juga merupakan sumber materi IPS dan pembelajaran IPS.
Jadi setidaknya seorang guru IPS dapat memperlihatkan salah satu dari dokumen tersebut atau bisa mengunjunginya langsung ketempat benda-benda peninggalan itu disimpan. Agar siswa bisa lebih memahami materi yang diberikan. Namun, pada kenyataannya sekarang pemberian materi pembelajaran seperti itu sangat sulit. Karena harus memerlukan waktu dan pemikiran extra dan mungkin biaya yang lebih. Mungkin itu yang menjadi permasalahan yang ada dalam pendidikan IPS saat ini.
Jadi kesimpulannya masalah yang terdapat pada Hakikat dan Karakteristik Konsep Dasar IPS menurut pemahaman saya, terdapat pada pembaharuan tentang pembelajaran IPS yang tertinggal dari pelajaran lainnya dan pembelajaran pendidikan IPS yang harus bersumber pada keadaan yang fakta sehingga dalam hal pembelajaran pendidik harus benar-benar menjelaskan konsep yang akan diajarkan kepada peserta didik dengan keadaan yang sebenarnya atau keadaan yang menjadi lingkungan hidup mereka. Dan membuat ini membutuhkan waktu, energi, pikiran dan bahkan mungkin biaya.
Belum lagi pendidik harus mampu menghargai dan memperhatikan siswa dari segi kekayaan pengalaman yang dimiliki setiap siswa, kekayaan konsep yang telah dipahaminya, lingkungan hidup dimana ia bertempat tinggal, dan tingkat kematangan berpikirnya dimana hal ini sangat penting agar penyampaian konsep dapat berjalan dengan baik.


Oleh : Nia Andriani
Sumber :
Wahab, Abdul Aziz, dkk. (2009). Konsep Dasar IPS. Jakarta: Universitas Terbuka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar