Kamis, 13 Juni 2013

Pengertian ips

IPS yang juga dikenal dengan nama
social studies adalah kajian mengenai manusia
dengan segala aspeknya dalam sistem kehidupan bermasyarakat. IPS mengkaji bagaimana
hubungan manusia dengan sesamanya di lingkungan sendiri, dengan tetangga yang dekat
sampai jauh. IPS juga mengkaji bagaimana manusia bergerak dan memenuhi kebutuhan
hidupnya. Dengan demikian, IPS mengkaji tentang keseluruhan kegiatan manusia.
Kompleksitas kehidupan yang akan dihadapi siswa nantinya bukan hanya akibat
tuntutan perkembangan ilmu dan teknologi saja, melainkan juga kompleksitas kemajemukan
masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, IPS mengembangkan pengetahuan dan keterampilan
yang berhubungan dengan manusia dan juga tindakan-tindakan empatik yang melahirkan
pengetahuan tersebut.
Sebutan Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai mata pelajaran dalam dunia pendidikan
dasar dan menengah di negara kita, secara historis muncul bersamaan dengan
diberlakukannya Kurikulum SD, SMP, dan SMA tahun 1975. IPS memiliki kekhasan
dibandingkan dengan mata pelajaran lain sebagai pendidikan disiplin ilmu, yakni kajian yang
bersifat terpadu (
integrated), interdisipliner, multidimensional bahkan cross-diciplinary (Numan
Somantri, 2001: 101). Karakteristik ini terlihat dari perkembangan IPS sebagai mata pelajaran di
sekolah yang cakupan materinya semakin meluas. Dinamika cakupan semacam itu dapat
dipahami mengingat semakin kompleks dan rumitnya permasalahan sosial yang memerlukan
kajian secara terintegrasi dari berbagai disiplin ilmu sosial, ilmu pengetahuan alam, teknologi,
humaniora, lingkungan, bahkan sistem kepercayaan. Dengan cara demikian pula diharapkan
pendidikan IPS terhindar dari sifat ketinggalan zaman, di samping keberadaannya yang
diharapkan tetap koheren dengan perkembangan sosial yang terjadi.
Berkaitan dengan pengertian IPS, Barth (1990: 360) mengemukakan sebagai berikut.
Social studies was assigned the mission of citizenship education, that mission
included the study of personal/social problems in an interdiciplinary integrated
school curriculum that would emphasize the practice of decision making.
Maksudnya adalah Ilmu Pengetahuan Sosial membawa misi pendidikan kewarganegaraan
termasuk didalamnya pemahaman mengenai individu atau masalah sosial yang terpadu secara
interdisipliner dalam kurikulum sekolah yang akan menekankan pada praktek pengambilan
keputusan.
Sementara itu, menurut
National Council for Social Studies
(http://faculty.plattsburgh.edu/susan.mody/432SumB04/NCSSdef.htm) definisi IPS (
social
studies
) adalah sebagai berikut.
Social studies is the integrated study of social science and humanities to promote
civic competence. Within the school pogram, social studies provides coordinated,
systematic study drawing upon such diciplines as anthropology, archeology,
economics, geography, history, law, philosophy, political science, psychology,
religion, and sociology as well as appropriate content from humanities,
mathematics and natural sciences.
Artinya, IPS merupakan studi terintegrasi dari ilmu-ilmu sosial untuk mengembangkan potensi
kewarganegaraan yang dikoordinasikan dalam program sekolah sebagai pembahasan
sistematis yang dibangun dalam beberapa disiplin ilmu, seperti antropologi, arkeologi, ekonomi,
geografi, sejarah, hukum, filsafat ilmu-ilmu politik, psikologi, agama, sosiologi, dan juga memuat
isi dari humaniora dan ilmu-ilmu alam.
Senada dengan pendapat Barth di atas, Pusat Kurikulum mendefinisikan Ilmu
Pengetahuan Sosial sebagai integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi,
sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum dan budaya. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan
atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan suatu pendekatan interdisipliner dari
aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik,
hukum dan budaya (Pusat Kurikulum, 2006: 5).
Sementara itu, dalam Kurikulum 2006, mata pelajaran IPS disebutkan sebagai salah satu
mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI sampai SMP/MTs. Mata pelajaran ini mengkaji
seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada
jenjang SD/MI, mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi.
Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik disiapkan dan diarahkan agar mampu menjadi warga
negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta
damai.
Sejalan dengan pengertian umum tersebut, IPS sebagai mata pelajaran di tingkat sekolah
dasar pada hakikatnya merupakan suatu integrasi utuh dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan disiplin
ilmu lain yang relevan untuk merealisasikan tujuan pendidikan di tingkat persekolahan.
Implikasinya, berbagai tradisi dalam ilmu sosial termasuk konsep, struktur, cara kerja ilmuwan
sosial, aspek metode, maupun aspek nilai yang dikembangkan dalam ilmu-ilmu sosial, dikemas
secara psikologis, pedagogis, dan sosial budaya untuk kepentingan pendidikan.
Berdasarkan perspektif di atas, secara umum IPS dapat dimaknai sebagai seleksi dari
struktur disiplin akademik ilmu-ilmu sosial yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan
psikologis untuk mewujudkan tujuan pendidikan dalam kerangka pencapaian tujuan pendidikan
nasional yang berdasarkan Pancasila (Numan Somantri, 2001: 103). Pengertian umum ini
mengimplikasikan adanya penyederhanaan, adaptasi, seleksi, dan modifikasi dari berbagai
disiplin akademis ilmu-ilmu sosial. Kaidah-kaidah akademis, pedagogis, dan psikologis tidak
bisa ditinggalkan dalam upaya pengorganisasian dan penyajian upaya tersebut. Dengan cara
demikian, pendidikan IPS diharapkan tidak kehilangan berbagai fungsi yang diembannya,
apalagi jika dikaitkan secara langsung dengan pencapaian tujuan institusional pendidikan dasar
dan menengah dalam kerangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Sabtu, 08 Juni 2013

Hakikat dan Karakteristik Konsep Dasar IPS


Sedikit saya akan memaparkan tentang Hakikat dan Karakteristik Konsep dasar IPS. Pada hakikatnya bidang studi IPS merupakan perpaduan pengetahuan social dan bukan merupakan suatu bidang keilmuan atau disiplin bidang akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalah social. Dalam kerangka kerja pengkajiannya, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menggunakan bidang-bidang keilmuan yang termasuk bidang-bidang ilmu social.
Kerangka kerja IPS tidak menekankan pada bidang teoritis, tetapi lebih kepada bidang-bidang praktis dalam mempelajari gejala dan masalah-masalah social yang terdapat di lingkungan masyarakat. Studi social tidak terlalu akademis-teoritis, namun merupakan satu pengetahuan praktis yang dapat diajarkan pada tingkat persekolahan, yaitu mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi.
Dalam penyajiannya IPS memiliki karakterisitik tersendiri, dalam arti tidak sama dengan karakteristik ilmu-ilmu social yang ada walaupun demikian keberadaan ilmu-ilmu social tak dapat terpisahkan dari IPS karena konsep-konsep ilmu-ilmu social merupakan sumber utama bagi pengembangan materi pembelajaran program IPS.
Karakteristik IPS sendiri yaitu memiliki tiga aspek yang dikaji dalam proses pendidikan ilmu pengetahuan social diantaranya memberikan berbagai pengertian yang mendasar, melatih keterampilan, dan mengembangkan sikap moral yang dibutuhkan. Ketiga aspek tersebut merupakan karakteristik pengembangan tujuan pengajaran IPS sebagai tujuan jangka panjang, yang hanya mampu dicapai melalui pembaharuan pendidikan IPS sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi, serta pola modernisasi kehidupan masyarakat, serta perkembangan dunia internasional dengan globalisasinya.
Masalah yang terjadi pada Hakikat dan Karakteristik Konsep Dasar IPS
Pembelajaran IPS sangat sulit untuk diterima di lingkungan masyarakat karena pembaharuan di bidang IPS memang agak tertinggal dibandingkan dengan IPA dan juga bahasa, kedua bidang tersebut banyak dibahas di media massa sedangkan pembelajaran bidang IPS, masih kurang mendapat tempat dalam media massa. Dan dalam proses pembelajarannya, IPS tidak selamanya dipelajari didalam kelas saja, melainkan harus diperkaya dengan konsep-konsep pembelajaran yang sesuai dengan fakta. Dan sudah menjadi kewajibannya seorang guru IPS harus mengetahui dengan baik konsep-konsep dasar pembelajaran IPS serta fakta di lingkungan masyarakat.
Misalnya, dalam aspek kehidupan social kita manusia, ada aspek sejarah, yaitu peristiwa-peristiwa kehidupan manusia yang telah lalu yang tidak kita alami sendiri. Namun demikian, peristiwa-peristiwa yang bersejarah itu sangat bermakna dan bernilai bagi kehidupan kita saat ini. Oleh karena itu, materi sejarah itu menjadi materi IPS dan pembelajaran IPS. Peristiwa sejarah itu harus bisa dikuasai dengan benar oleh seorang guru dan sesuai dengan fakta yang ada, karena peristiwa sejarah lekat dengan barang-barang peninggalan seperti peralatan, barang-barang seni, barang-barang berharga, prasasti, candi, dan bangunan lainnya. Dan semua benda peninggalan tadi biasa disebut dengan dokumen. Oleh karena itu, dokumen itu juga merupakan sumber materi IPS dan pembelajaran IPS.
Jadi setidaknya seorang guru IPS dapat memperlihatkan salah satu dari dokumen tersebut atau bisa mengunjunginya langsung ketempat benda-benda peninggalan itu disimpan. Agar siswa bisa lebih memahami materi yang diberikan. Namun, pada kenyataannya sekarang pemberian materi pembelajaran seperti itu sangat sulit. Karena harus memerlukan waktu dan pemikiran extra dan mungkin biaya yang lebih. Mungkin itu yang menjadi permasalahan yang ada dalam pendidikan IPS saat ini.
Jadi kesimpulannya masalah yang terdapat pada Hakikat dan Karakteristik Konsep Dasar IPS menurut pemahaman saya, terdapat pada pembaharuan tentang pembelajaran IPS yang tertinggal dari pelajaran lainnya dan pembelajaran pendidikan IPS yang harus bersumber pada keadaan yang fakta sehingga dalam hal pembelajaran pendidik harus benar-benar menjelaskan konsep yang akan diajarkan kepada peserta didik dengan keadaan yang sebenarnya atau keadaan yang menjadi lingkungan hidup mereka. Dan membuat ini membutuhkan waktu, energi, pikiran dan bahkan mungkin biaya.
Belum lagi pendidik harus mampu menghargai dan memperhatikan siswa dari segi kekayaan pengalaman yang dimiliki setiap siswa, kekayaan konsep yang telah dipahaminya, lingkungan hidup dimana ia bertempat tinggal, dan tingkat kematangan berpikirnya dimana hal ini sangat penting agar penyampaian konsep dapat berjalan dengan baik.


Oleh : Nia Andriani
Sumber :
Wahab, Abdul Aziz, dkk. (2009). Konsep Dasar IPS. Jakarta: Universitas Terbuka

Pengertian ilmu pengetahuan sosial ( IPS )


Pengertian ilmu pengetahuan sosial ( IPS ) menurut beberapa para ahli :
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah suatu program pendidikan tidak hanya menyajikan tentang konsep-konsep pengetahuan semata, namun harus pula mampu membina peserta didik menjadi warga negara dan warga masyarakat yang tahu akan hak dan kewajibannya, yang juga memiliki tanggung jawab atas kesejahteraan bersama oleh karna itu peserta didik dibina melalui ips tidak hanya memiliki pengetahuan dan kemampuan berpikir tinggi,namun diharapkan memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi terhadap diri dan lingkungan. Untuk lebih memahami tentang ilmu pengetahuan sosial mari kita lihat beberapa pengertian menurut para ahli dibawah ini.
1.      Menurut Mulyono Tj., IPS merupakan suatu pendekatan interdisipliner (Inter-disciplinary Approach) dari pelajaran Ilmu-ilmu Sosial. IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang Ilmu-ilmu Sosial, seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya.
Penjelasan: Menurut Mulyono Tj., IPS merupakan cara pandang terhadap pelajaran ilmu-ilmu sosial dengan menggunakan lebih dari satu pendekatan seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya sehingga diperlukan penguasan pendekatan ilmu-ilmu tersebut dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan social.
2.      Menurut Sumantri, IPS merupakan suatu program pendidikan dan bukan sub-disiplin ilmu tersendiri, sehingga tidak akan ditemukan baik dalam nomenklatur filsafat ilmu, disiplin ilmu-ilmu sosial (social science), maupun ilmu pendidikan.
Penjelasan: Dalam hal ini, Sumantri berpendapat bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial itu sendiri merupakan kumpulan ilmu-ilmu sosial yang dipilih dan disesuaikan bagi penggunaan program pendidikan di sekolah atau kelompok belajar lainnya yang sederajat.
3.      Menurut Dr. Nursid Sumaatmadja, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah suatu mata pelajaran yang kajiannya fokus pada seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial.
Penjelasan: Dengan kata lain, IPS ini merupakan suatu mata pelajaran yang bersumber dari kehidupan sosial di dunia sehingga mengajarkan kita agar lebih mengetahui mengenai kehidupan sosial apa yang telah terjadi, yang akan terjadi, maupun yang seharusnya terjadi.
1.      Thedore Brameld
Istilah pendidikan mengandung fungsi yang luas dari pemelihara dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat, terutama membawa warga masyarakat yang baru mengenal tanggung jawab bersama di dalam masyarakat. Jadi pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung di dalam sekolah saja. Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial yang memungkinkan masyarakat tetap ada dan berkembang. Di dalam masyarakat yang kompleks, fungsi pendidikan ini mengalami spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal yang senantiasa tetap berhubungan dengan proses pendidikan informal di luar sekolah).
2.      Definisi Pendidikan menurut Encyclopedia Americana (1978) :
Pendidikan merupakan sebarang proses yang dipakai individu untuk memperoleh pengetahuan atau wawasan, atau mengembangkan sikap-sikap ataupun keterampilan-keterampilan.
3.      Pengertian Pendidikan versi Wikipedia
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan adalah segala perbuatan yang etis, kreatif, sistematis dan intensional dibantu oleh metode dan teknik ilmiah, diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan tertentu. Dari berbagai pengertian-definisi tersebut di atas dapat kita kita simpulkan bahwa pendidikan merupakan gejala insani yang fundamental dalam kehidupan manusia untuk mengantarkan anak manusia ke dunia peradaban. Pendidikan juga merupakan bimbingan eksistensial manusiawi dan bimbingan otentik, agar anak belajar mengenali jatidirinya yang unik, bisa bertahan hidup, dan mampu memiliki, melanjutkan mengembangkan warisan-warisan sosial generasi yang terdahulu.
1.      pendidikan IPS menurut (Nursid Sumaatmadja. 2006) adalah “membina anak didik menjadi warga negara yang baik, yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian social yang berguna bagi dirinya serta bagi masyarakat dan negara”.

2.      Pendidikan ips menurut  Oemar Hamalik merumuskan tujuan pendidikan IPS berorientasi pada tingkah laku para siswa, yaitu : (1) pengetahuan dan pemahaman, (2) sikap hidup belajar, (3) nilai-nilai sosial dan sikap, (4) keterampilan (Oemar hamalik. 1992 : 40-41).